Example 325x300
Berita

Peneliti UMI Gagas Konsep Shelter Ramah Muslimah Untuk Mitigasi Bencana Di Jepang

×

Peneliti UMI Gagas Konsep Shelter Ramah Muslimah Untuk Mitigasi Bencana Di Jepang

Sebarkan artikel ini
Diskusi dan komunikasi bersama komunitas Muslim Fukuoka sebagai bagian dari pengembangan gagasan Shelter Ramah Muslimah untuk mendukung mitigasi dan tanggap bencana yang inklusif.

MEDIABARU.CO.ID — FUKUOKA, JEPANG. Kebutuhan akan sistem mitigasi dan tanggap bencana yang lebih inklusif bagi masyarakat Muslim migran menjadi perhatian dalam komunikasi dan kerja sama antara peneliti Fakultas Teknik Universitas Muslim Indonesia (UMI), Dr. Ir. Ritnawati, S.T., M.T., dengan komunitas Musfuk (Muslim Fukuoka), Jepang. Dalam kegiatan tersebut, dikembangkan gagasan “Muslimah-Friendly Shelter” atau Shelter Ramah Muslimah, sebagai pendekatan untuk menjawab kebutuhan perempuan Muslim, khususnya muslimah migran, ketika menghadapi situasi bencana di Jepang..

Gagasan tersebut berangkat dari persoalan yang dapat dihadapi masyarakat migran dalam situasi bencana, terutama kendala bahasa dan perbedaan budaya dalam memahami informasi kebencanaan, prosedur evakuasi, serta akses terhadap fasilitas shelter. Dalam kondisi darurat, hambatan komunikasi dan keterbatasan pemahaman terhadap sistem evakuasi setempat dapat menjadi tantangan dalam memperoleh informasi dan mengambil tindakan secara cepat.
Konsep Shelter Ramah Muslimah dirancang dengan mempertimbangkan sejumlah kebutuhan khusus, antara lain privasi perempuan, ruang ibadah, akses makanan halal, fasilitas sanitasi, kebutuhan ibu dan anak, serta komunikasi kebencanaan yang mudah dipahami oleh masyarakat migran.

Example 325x300

Pendekatan ini menempatkan aspek sosial dan budaya sebagai bagian dari kesiapsiagaan bencana. Shelter tidak hanya dipandang sebagai tempat perlindungan sementara, tetapi juga sebagai ruang yang perlu memberikan rasa aman dan akses yang layak bagi masyarakat dengan latar belakang budaya dan kebutuhan yang beragam.
Dalam pengembangannya, komunikasi antara peneliti dan komunitas Muslim menjadi bagian penting untuk memahami kebutuhan yang muncul di tingkat masyarakat. Masukan dari komunitas dapat menjadi dasar dalam merumuskan elemen shelter yang lebih sesuai dengan kondisi perempuan Muslim migran di lingkungan perkotaan Jepang.

Kerja sama dengan Musfuk Fukuoka diharapkan menjadi langkah awal dalam mengembangkan gagasan shelter yang lebih inklusif sekaligus memperkuat edukasi mengenai mitigasi dan tanggap bencana bagi muslimah migran di Jepang.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 1654x355