SELAYAR, MEDIABARU.CO.ID — Wakil Bupati Kepulauan Selayar, Drs. H. Muhtar, M.M., secara resmi membuka kegiatan Rencana Kontingensi Kecelakaan Kapal di Perairan Kabupaten Kepulauan Selayar dalam rangka pemetaan wilayah rawan kedaruratan tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung Pola Kantor Bupati Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, Rabu (14/10/2026), dengan melibatkan 50 peserta dari berbagai instansi dan organisasi yang berpotensi Sar dalam penyelenggaraan pencarian dan pertolongan (SAR).
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Makassar sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan dan koordinasi lintas instansi dalam menghadapi kemungkinan terjadinya kecelakaan kapal di wilayah perairan Kepulauan Selayar.
Kepala Kantor Basarnas Makassar, Muh. Arif Anwar, S.Sos., M.M. dalam sambutannya menyampaikan bahwa penyusunan rencana kontingensi bertujuan menjadi pedoman penanganan kecelakaan kapal sekaligus dasar mobilisasi sumber daya para pemangku kepentingan ketika terjadi keadaan darurat.
Melalui rencana kontingensi ini, seluruh unsur yang terlibat diharapkan memiliki pemahaman yang sama mengenai peran, tugas, dan mekanisme koordinasi sehingga operasi pencarian dan pertolongan dapat dilaksanakan secara cepat, tepat, efisien, dan efektif, ujar Arif Anwar.
Kepala Seksi Operasi Basarnas Makassar, Andi Sultan, S.E., M.M., membacakan laporan ketua panitia penyelenggara dalam kegiatan tersebut. Kegiatqn ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Basarnas, pemerintah daerah, instansi terkait, serta organisasi yang memiliki potensi SAR dalam menghadapi kedaruratan, khususnya kecelakaan kapal di wilayah perairan Kepulauan Selayar.
Sebanyak 50 peserta yang mengikuti kegiatan ini berasal dari instansi dan organisasi berpotensi SAR di Kabupaten Kepulauan Selayar. Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat mendukung penyusunan rencana kontingensi yang sesuai dengan kondisi wilayah, potensi ancaman, serta kebutuhan penanganan keadaan darurat di lapangan.
Penyusunan rencana kontingensi ini juga menjadi langkah penting dalam memetakan wilayah rawan kedaruratan, mengidentifikasi kebutuhan sumber daya, dan memperkuat koordinasi antarpihak. Dengan perencanaan yang terarah, setiap unsur yang terlibat diharapkan dapat memahami langkah-langkah yang perlu dilakukan ketika terjadi kecelakaan kapal.
Melalui kegiatan ini, Basarnas Makassar berharap kesiapsiagaan dan kerja sama seluruh pemangku kepentingan semakin meningkat, sehingga penanganan kecelakaan kapal di perairan Kabupaten Kepulauan Selayar dapat dilakukan secara terkoordinasi dan mampu mendukung pelaksanaan operasi SAR secara optimal. (*)













