Example 325x300
KesehatanPendidikan

Mahasiswa KKN-PK 69 Unhas Edukasi Pencegahan ISPA di SDN 10 Tanrutedong Lewat Etika Batuk dan Cuci Tangan

×

Mahasiswa KKN-PK 69 Unhas Edukasi Pencegahan ISPA di SDN 10 Tanrutedong Lewat Etika Batuk dan Cuci Tangan

Sebarkan artikel ini

MEDIABARU.CO.ID, SIDENRENG RAPPANG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin menggelar edukasi pencegahan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) bagi siswa SDN 10 Tanrutedong, Kelurahan Salomallori, Kecamatan Duapitue, Kabupaten Sidenreng Rappang. Kegiatan ini menyasar anak sekolah dasar sebagai kelompok rentan penularan penyakit.

Program yang dilaksanakan beberapa hari lalu tersebut fokus pada dua hal utama: penerapan etika batuk dan bersin yang benar, serta praktik 6 langkah cuci tangan pakai sabun. Pemilihan materi didasarkan pada tingginya kasus ISPA pada usia sekolah yang kerap dipicu oleh kebiasaan buruk saat batuk, bersin, dan kurangnya kebersihan tangan.

Example 325x300

Nirmaharani selaku penanggung jawab program menjelaskan, edukasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan diri sejak dini. “Kami ingin anak-anak tahu cara batuk dan bersin yang benar agar tidak menularkan penyakit ke teman, serta memahami bahwa cuci tangan adalah langkah paling sederhana untuk mencegah ISPA,” ujarnya.

Edukasi dikemas secara interaktif agar mudah dipahami siswa. Mahasiswa KKN-PK 69 menggunakan media poster berisi ilustrasi, dilanjutkan dengan demonstrasi langsung etika menutup mulut dan hidung dengan tisu atau siku bagian dalam saat batuk dan bersin. Sesi dilanjutkan praktik 6 langkah cuci tangan yang dipandu satu per satu, serta permainan edukatif untuk menguatkan pesan kesehatan.

Antusiasme siswa terlihat sepanjang kegiatan. Anak-anak mengikuti setiap sesi pembelajaran dan praktik dengan semangat, bahkan berebut maju untuk mencontohkan cara cuci tangan di depan kelas. Untuk mengukur efektivitas, tim KKN juga melakukan evaluasi melalui pre-test sebelum materi dan post-test setelah kegiatan untuk melihat peningkatan pemahaman peserta.

Melalui program ini, mahasiswa KKN-PK 69 Unhas berharap pengetahuan siswa tentang PHBS, khususnya pencegahan ISPA, dapat meningkat dan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari di sekolah maupun di rumah. Perilaku hidup bersih dan sehat diharapkan terbentuk sejak dini sehingga dapat memutus rantai penularan penyakit.

Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih sehat di Kelurahan Salomallori. Program promotif dan preventif seperti ini juga dinilai penting untuk mendukung upaya kesehatan masyarakat berkelanjutan, sekaligus menjadi pengalaman lapangan bagi mahasiswa kesehatan Unhas dalam mengabdi langsung ke masyarakat. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Example 1654x355